Bacalah

Seorang lelaki menikahi seorang gadis cantik. Dia sangat mencintainya. Suatu hari si isteri mengalami penyakit kulit. Perlahan-lahan dia mulai kehilangan kecantikannya.  suatu hari suaminya pergi untuk bekerja. Ketika pulang dari kerja dia mengalami kemalangan lalu kehilangan penglihatannya. Namun kehidupan pernikahan mereka terus berjalan seperti biasa. Tapi seiring hari berlalu, si isteri kehilangan kecantikannya secara bertahap. Suami buta tidak menghiraukannya dan tidak ada perubahan dalam kehidupan pernikahan mereka. Dia terus mencintainya, demikian juga si isteri juga sangat mencintainya.

Suatu hari si isteri meninggal dunia. Kematiannya membawa kesedihan yang mendalam bagi si suami.

Dia menyelesaikan acara pengebumian dan ingin meninggalkan pekan itu.

Seorang kawan dari belakang menyapa dan mengatakan, sekarang bagaimana Anda akan menjalani semuanya sendirian? Selama ini isteri Anda biasanya membantu Anda.

Dia menjawab, saya tidak buta. Saya berpura-pura, karena jika dia tahu saya dapat melihat keburukan dirinya, itu akan menyakitkan dirinya lebih dari penyakitnya. Jadi saya pura-pura buta. Dia adalah seorang isteri yang baik. Saya hanya ingin membuatnya bahagia.
Pesan Moral:

*Terkadang bagus bagi kita menutup mata dan mengabaikan kekurangan orang lain supaya tetap menjadi bahagia.*
*Tidak peduli berapa kali gigi menggigit lidah, mereka masih tinggal bersama dalam satu mulut. Itulah semangat PENGAMPUNAN.*
*Meskipun kedua mata tidak melihat satu sama lain, mereka melihat banyak perkara bersama-sama, berkedip secara bersamaan dan menangis bersama-sama. Itu KESATUAN.*
Semoga Tuhan memberikan kita semua semangat pengampunan dan kebersamaan.
1) Sendirian, saya dapat’berkata’ tetapi *bersama-sama kita dapat ‘berbincang’.*

2) Sendirian, saya dapat ‘menikmati’ tetapi *bersama-sama kita dapat’merayakan’.*

3) Sendirian, saya dapat ‘tersenyum’ tetapi *bersama-sama kita dapat’bergurau senda’.*
Itulah keindahan hubungan manusia. Kita bukanlah apa-apa tanpa orang lain. TETAPLAH TERHUBUNG.
KUTIPAN HARI INI

*gilet itu tajam tetapi tidak dapat memotong kayu; kapak itu kuat tapi tidak dapat memotong rambut.*
Pesan Moral:

*Semua orang penting menurut tujuan uniknya masing-masing. Jangan pernah memandang ke bawah (rendah) kepada siapa pun kecuali Anda mengagumi kasut mereka.

*ciptaan Allah saling melengkapi dan memerlukan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s